Sebuah cerita pendek dari impian PDF Cetak Email
Ditulis oleh Administrator   
Sabtu, 11 April 2009 04:57

“Sebuah cerita  pendek dari impian”

(Bagian pertama)

 

                Langit senja berwarna kemerahan seakan menandakan hari ini penuh dengan kesedihan. Aku berdiri di hadapan sebuah tempat perisitirahatan dari seorang wanita cantik. Wanita dengan senymnya yang indah. Sampai saat ini aku                 belum bisa percaya kalau aku bisa  mendapatkan hati dan cintanya. Teringat olehku semua kenagan saat bersamanya. Namun, sekarang semua itu harus aku lupakan. Dia telah pergi untuk selamanya, meninggalkanku dan kenangan yang pernah ada.

                Jalan kota Jakarta masih saja penuh sesak. Aku melihat dari dari beranda kantorku. Sebuah perusahaan yang cukup besar tapi sayang semua harta yang melimpah ini, sudah ditinggal oleh pemiliknya. Akankah aku masih bisa untuk terus melihatnya dalam sebuah kenangan indah ini, mungkin takkan pernah bisa lagi. Angin panas kota Jakarta terasa hambar tampa kekasihku yang menemani. Kenapa dia begitu tega meninggalkanku, meninggalkanku sendiri menjalani sebuah waktu kehidupan ini.

 

“Hu…..h, bosan sekali”

Keluhku kepada kehidupan yang selalu aku jalani tanpa warna. Aku ingin melakukan sesuatu yang gila. Karena aku kini sudah gila juga.

“aha…”

Terlintas sebuah ide cemerlang dipikiranku. Sebuah ide yang sepertinya akan membuatku bisa melupakan kekasihku.

“Monika, datang ke ruanganku sekarang!”

Aku memanggil sekretarisku untuk bicara sesuatu hal. Tak lama aku menunggu, dia datang.

“permisi pak!” ucap Monika.

“ada tugas apa ya ?” tannyanya

Aku memberitahunya kalau aku akan pergi selama kurang lebih satu bulan, jadi semua pertanggung jawaban perusahan aku serahkan kepadanya.

“Bapak mau kemana?” tanya Monika.

“Aku cuma mau liburan saja, tolong ya kamu urus perusahaan ini selama satu bulan.” jawabku.

“tapi pak, rapat direksi dan yang lainnya gimana?” tanyanya lagi

“ya kamu batalin saja, kalau tidak bisa kamu yang akan mewakilin saya, gampangkan!” ucapku.

“Ada yang ditanyain lagi?” tanyaku.

“tidak” jawab Monik.

“Ya udah, sekarang kamu lanjutin kembali kerjamu!” suruhku.

                Akhirnya aku bisa bebas selama satu bulan untuk bersenang-senang. Meskipun selama satu bulan aku tidak mengurusi perusahaan bukan berarti aku bisa bebas pergi sesuka hati. Sekarang aku baru melanjutkan S2 jadi aku harus tetap pergi ke kampus. Aku sudah berjanji pada seseorang untuk mengurusi perusahaan ini jadi aku harus sekolah lagi di jurusan manajemen karena basik studiku dulu adalah engineering. Agak membosankan juga aku kuliah lagi, padahal aku baru saja lulus dari teknik malah belum ada setahun.

                Hari senin tanggal 6 april 2009, aku berangkat kuliah dengan sepeda tuaku dari kosanku yang berada di Apartemen Margonda. Naik sepeda di pagi hari memang menyenangkan. Udara yang masih segar belum terjamah oleh asap kendaraan bermotor. Apalagi di UI kampusnya  ada hutannya jadi lebih terasa menyenangkan. Lagi asik-asiknya naik sepeda tiba-tiba

“kiiii………………………….iik” suara ban mobil yang direm mendadak dengan kuat menghindari seorang pengendara sepeda yang sedang melintasi jalan.

“Hei…kalau nyebrang pakai mata!” teriak pengendara mobil yang membuka pintu kacanya.

Aku ditempat itu hanya menyaksikan saja. Saat aku melintas di depan mobil BMW merah itu, aku melihat seorang wanita di dalam mobil itu. Dia terlihat cantik sekali. Dalam pikiranku yang kotor terlintas kalimat, coba dia istriku  pasti aku tidak akan bisa tahan untuk tidak mengeluarkannya tiap malam.

Saat itu aku melihat matanya yang indah. Entah dia melihatku juga atau tidak tapi saat itu aku merasakan ada sesuatu yang berbeda darinya.

                Berlalu dari peristiwa itu aku melanjutkan lagi ayunan pedal sepaku menuju kampus. Sampai di kampus emang menyenangkan. Banyak neng gelis oi, apalagi ekonomi terkenal dengan wanita cantik yang high qualitynya.

Setelah selesai kuliah yang membosankan aku langsung menuju kantin ekonomi. Makan sambil melihat neng gelis yang bening-bening. Dikampusku aku lebih suka gabung sama anak S1 soalnya yang ngambil S2 sudah pada nikah jadi gak seru kalau ngumpul sama mereka. Pola pikir mereka tidak bebas seperti anak muda. Lagi pula aku juga baru berumur 23 tahunan jadi kalau ngumpul sama S2 bisa kelihatan makin tua.

                Tak lama ngobrol sama kawan-kawan di kantin, datang segerombolan cewek-cewek cantik. Saat aku perhatikan mereka, ternyata salah satu dari meraka adalah  wanita yang di mobil itu. Aku memperhatikannya terus hingga temanku yang namanya Doni mengagetkanku.

 

“Hoi…” ucap Doni.

“apa yang lo lihat?” tanyanya.

“wanita itu” dengan pedenya aku menunjukan jariku kearah wanita cantik itu. Padahal dia berada tepat dihadapanku.

“Udah lupakan saja” ucap Andres

“Kenapa memang?”tanyaku yang penasaran.

“Lo gak bakal deh bisa dapetin tu cewek, sekalipun matahari terbit dari barat”kata Doni.

“Dia tu cewek high class, minimal lo harus punya mobil biar bisa jalan dengannya sedangkan apa yang lo punya hanya sebuah sepeda ontel tua. Itupun sudah karatan.” Ucap Doni sambil meledek.

“Udah deh nyerah saja, lo gak bakal bisa” kata Andres lagi.

“aku gak bakal nyerah!” kataku

“akan aku buktiin ke kalian kalau dalam waktu dua puluh hari, dia akan mau naik sepeda ontelku ke kampus ini”

“Ok taruhannya apa?” tanya Doni.

“aku bakal tratir kalian makan di kantin ini selama satu bulan kalau aku kalah tapi bila aku menang kalian berdua yang harus traktir aku selama dua bulan.”

“Deal ni!” kata Andres

“tunggu dulu, dia sudah punya pacar belum?” tanyaku

“kenapa memang?” tanya Andres

“ya kalau udah punya aku gak enak sama pacanya, ntar dikira aku cowok yang suka ngerusak hubungan orang.” ucapku.

“tenang aja dia masih single kok” kata Doni.

Kami bertiga bertaruh kalau aku bisa membuat wanita itu untuk berangkat ke kampus naik sepeda ontel milikku.

“tapi nama wanita itu siapa?” tanyaku

“Namanya Arsita Dewi” jawab Andres.

                Selama tiga hari aku mencari info tentang  Arsita. Seperti seorang  detektif, aku mengorek info tentangnya. Mengikutinya untuk mencari tahu kebiasaannya. Setelah semua data terkumpul baru aksi dimulai.

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk bisa mendekati wanita  adalah berkenalan. Kalau gak kenal ya  manamungkin bisa pdkt. Singkat cerita aku berkenalan dengannya ketika dia sedang duduk sendiri di kantin.         

(nantikan episode berikutnya)



Comments
Add New Search
Syifa Jasmine Kinnara   |125.166.95.xxx |2010-01-07 16:02:47
kren aku suka, tmen aku mau buat novel tapi blum sbagus ini
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

LAST_UPDATED2
 

Mau berlangganan artikel dari situs ini lewat email. Masukkan email untuk berlangganan :